Defisit Perdagangan AS Mungkin Naik Karena Tingginya Import
Thursday, March 11th, 2010 15:20:54 |
Save as PDF
Defisit perdagangan AS kemungkinan akan melebar untuk ketiga kalinya di Januari yang dipicu oleh tingginya pertumbuhan import hingga mampu melebihi eksport, hal ini terjadi sebagai dampak dari makin membaiknya perekonomian global, kata seorang ahli ekonomi menjelang akan dirilisnya data ini pada 11 Maret.
Gap perdagangan naik dari $40,2 miliar di Desember menjadi $41 miliar di Januari menurut perkiraan 73 ahli ekonomi yang disurvei oleh Bloomberg. Data lain yang akan dilaporkan menunjukan bahwa initial claims menunjukan penurunan dalam dua minggu berturut-turut.
Import kemungkinan akan terus bertumbuh sejalan dengan makin membaiknya perekonomian negeri ini. Beberapa perusahaan kembali berusaha untuk meningkatkan produksi guna memenuhi kekurangan inventori. Emerging countries menjadi penggerak utama bagi pemulihan perekonomian global. Bersama dengan melemahnya nilai tukat dollar telah mendorong meningkatnya penjualan seperti yang terjadi pada Cisco system Inc, hal ini sangat membantu untuk mengurangi defisit perdagangan agar tidak melebar pada masa yang akan datang.
“Perdagangan global mulai menunjukan perbaikan,” kata David Semmens ekonom di Standard Chartered Bank New York. “AS akan mendapatkan manfaat dari meningkatnya eksport. Kami dapat memperkirakan ekonomi diluar AS akan bertumbuh lebih cepat dari pada didalam negeri.”
Commerce Department AS akan melaporkan hal ini pada 8:30 pagi waktu setempat. Para ahli ekonomi memperkirakan peningkatan defisit ini akan berkisar $37-44 miliar.
Pada jam yang sama Labor Department juga akan mengumumkan data initial jobless yang diperkirakan turun sebesar 9.000 menjadi 460.000 untuk periode pencatatan sampai dengan 6 Maret menurut rata-rata nilai tengah 45 ahli ekonomi yang disurvei Bloomberg.
Produksi barang-barang AS sangat menarik minat pembeli dari luar negeri sejalan dengan melemahnya nilai tukar dollar tahun yang lalu. Dollar telah melemah sekitar 11 persen terhadap mata uang negara lainnya yang menjadi sekutu dagang AS.
Sektor manufaktur mulai menunjukan tanda-tanda membaik sejalan dengan makin membaiknya permintaan global. Cisco yang berbasis di San Jose California melihat adanya perbaikan yang sangat mendasar dari ekonomi dan untuk itu banyak konsumen mengatakan bahwa mereka akan membelanjakan lebih banyak disektor teknologi.
“Kami melihat ada kecenderungan meningkatnya pembelian produk-produk kami diseluruh dunia, kata Ned Hooper seorang yang memimpin consumer unit mergers and acquisitions.
Tingginya harga minyak kemungkinan telah memberikan kontribusi bagi tingginya kenaikan nilai import. Harga minyak untuk Januari diperdagangkan rata-rata pada kisaran harga $78,40 di New York Mercantile Exchange naik dari $74,60 di Desember. Minyak ditutup di $81,94 pada perdagangan kemarin.
Ekonomi AS mengalami perbaikan pasca krisis terburuk sejak 1930, naik 5,9 persen on year di Q4 tertinggi sejak 2003. Export memberikan kontribusi 2,32 persen kontribusi terbesar dalam 13 tahun terakhir.
Presiden Obama telah mengatakan bahwa AS harus memfokuskan diri pada peningkatan eksport dan investasi daripada konsumsi seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Dia merencanakan untuk meningkatkan dukungan pemerintah untuk membiayai eksport perusahaan sekala kecil sebesar 50 persen menjadi $6 miliar tahun ini.
Meningkatnya penjualan diluar negeri telah menyebabkan Parker Hannifin Corp perusahaan manufaktur raksasa dunia yang memproduksi peralatan hydraulic meningkatkan estimasi perolehan laba usahanya untuk 2010.
“Ekonomi kita mulai pulih dari keterpurukan,” kata Donald E.Washkewicz ketua dan CEO dari sebuah perusahaan yang berbasis di Cleveland kepada para analis.” Pemulihan ekonomi Asia sangat menakjubkan.”
IMF pada Januari yang lalu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada emerging countries sebesar 6 persen.
Cina negara peng-eksport terbesar di dunia minggu ini melaporkan penurunan surplus perdagangan di Februari dimana eksport mengalami kenaikan sebesar 46 persen dibandingkan dengan tahun lalu dan import naik 45 persen. Pemerintah Cina telah membakukan nilai tukar yuan sejak Juli 2008 guna meningkatkan eksport. (Bloomberg)
HALAMAN AWAL
TENTANG KAMI
PRODUK
FAQ
KONTAK




