Fed Bernanke Meyakinkan Kongres Bahwa Kenaikan Interest Rates Tidak Dalam Waktu Dekat
Monday, February 22nd, 2010 15:30:51 |
Save as PDF
Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke kemungkinan kembali akan meyakinkan Kongres bahwa otoritas bank sentral tidak bermaksud untuk menaikan interest rates dalam waktu dekat ini, karena masih tingginya tingkat pengangguran. Kekhawatiran akan dinaikannya interest rates ini dipicu oleh dinaikannya discount rates beberapa waktu yang lalu oleh The Fed.
Gubernur Bank Sentral AS menurut rencana akan memberikan semi-annual report mengenai perkembangan ekonomi dan interest rates selama dua hari mulai 24-25 Februari didepan House dan Kongres. Beberapa waktu yang lalu Fed’s telah memberikan perkiraan pertumbuhan ekonomi ditahun ini antara 2,8-3,5 persen hal ini menunjukan bahwa perekonomian AS secara mantap terus mengalami perbaikan.
New York Fed Presiden Williem Dudley mengatakan kemarin bahwa para Anggota Senat hendaknya fokus pada menjaga pertumbuhan ekonomi dari pada memerangi inflasi, karena inflasi yang datanya baru dirilis untuk Januari menunjukan cukup terkendali.
“Kebijakan moneter itu seperti kebijakan ekonomi,” kata Dudley kepada para wartawan di San Juan. “Kita memerlukan pertumbuhan ekonomi yang cukup solid begitu juga dengan pertumbuhan lapangan kerja.”
Consumer prices naik 0.2 percent di January dibandingkan December, sementara itu core prices secara tak terduga turun 0,1 persen. “Laporan ini menunjukan tidak adanya tekanan inflasi,” kata Dudley. “Jadi fokus kita seharusnya hanya pada pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.”
The Fed pada 18 Februari yang lalu mengatakan bahwa kenaikan discount rate sebesar 25 basis pon menjadi 0,75 persen adalah sebuah proses “normalisasi” pada kebijakan lending bukannya perubahan dari sebuah kebijakan. The Fed juga mengulangi pernyataannya bahwa federal funds rate akan dipertahankan serendah mungkin untuk jangka waktu tertentu.
Kebijakan-kebijakan diatas kelihatannya yang akan dijelaskan lagi didepan para anggota Senat pada minggu ini, kata Ethan Harris, ekonom Merrill Lynch yang berbasis di Amerika Utara.
“Ben Bernanke kelihatannya akan mengulangi pernyataan yang sama lagi,” kata Harris. “Kebijakan uang ketat The Fed tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini sampai pasar tenaga kerja benar-benar pulih.
Bursa saham AS mengalami rebound pada perdagangan kemarin setelah data inflasi dirilis, karena The Fed tidak perlu menaikan interest rates untuk memerangi inflasi.
The Standard & Poor’s 500 naik o,2 persen dimana sebelumnya telah mengalami tekanan sebesar 0,5 persen, sementara itu Dow Jones naik sebesar 0,1 persen pada perdagangan hari Jumat yang lalu.
“The Fed sangat khawatir dengan potensi kenaikan inflasi,” kata Dan Greenhaus ekonom dari Miller Tabak & Co. LLC di New York. “Namun hal ini sangat berlawanan jika kita melihat tingkat pengangguran yang masih berpotensi bercokol dilevel tertinggi di 2010.
Fed Bank of St. Louis President james Bullard mengatakan potensi kenaikan interest rates adalah suatu hal yang berlebihan.
“Kenaikan interest rates yang mungkin akan dinaikan pada akhir tahun ini seperti yang dipikirkan pasar adalah suatu hal yang dilebih-lebihkan,” kata Bullard dalam responnya terhadap pertanyaan hadirin di Memphis, Tennessee pada 18 Februari yang lalu.
Atlanta Fed President Dennis Lockhart mengatakan pada kalangan pelaku bisnis di Georgia mengatakan bahwa kebijakan The Fed “tetap akomodatif. “Fed Governor Elizabeth Duke yang berbicara di Norflok Virginia juga mengatakan “tidak ada tanda-tanda bahwa kebijakan moneter The Fed akan berubah.”
Dalam konfrensi perss yang dilakukan pada waktu dinaikannya discount rates, Ben Bernanke mengatakan “tidak ada yang berubah dari kebijakan The Fed” semuanya tetap sama seperti yang pernah dirilis pada pertemuan FOMC Januari yang lalu.
Dalam laporan Fed Minutes yang dirilis Januari yang lalu mengutip pernyataan Dudley bahwa AS sebagai kekuatan ekonomi terkuat dunia saat ini mulai menunjukan perbaikannya namun masih berpotensi menghadapi resiko ancaman penurunan.
Dari kalangan pelaku bisnis kebanyakan mereka enggan untuk meningkatkan persediaan, gaji atau kapasitas produksi, mengutip laporan Fed’s minutes. Analis memperkirakan tingkat pengangguran akan bercokol dilevel 9,5 persen sampai 9,7 persen sampai dengan akhir tahun ini.
Dudley mengulangi lagi pernyataannya bahwa menaikian discount rate beberapa waktu yang lalu adalah bagian dari mengakhiri bantuan likuiditas darurat untuk pasar dan bukan signal untuk mengetatkan kebijakan moneter.
Kebijakan bank sentaral menutup pemberian fasilitas kredit darurat bulan ini adalah dapat dilihat sebagai bagian untuk menarik likuiditas bank sentral yang telah dipompa ke sektor perbankan senilai lebih dari $1 trilin. Kenaikan discount rates berarti bank harus mulai memberanikan dirinya untuk mencari sumber pendanaan dari pasar, kata The Fed.
Sebelum Agustus 2007 discount rate biasanya berada lebih tinggi dari federal fund rates. Namun pada masa krisis finansial beberapa waktu yang lalu The Fed telah menurunkan discount rates cukup signifikan.
The Fed telah mempertahankan benchmark rate for overnight lending antara nol dan 0,25 persen sejak Desember 20087. Dudley juga mengatakan The Fed tidak akan buru-buru mengubah spread antara discount rate dan federal funds rate dalam waktu dekat. (Bloomberg)
HALAMAN AWAL
TENTANG KAMI
PRODUK
FAQ
KONTAK




