Para Ahli Ekonomi Memperkirakan 6 Bulan Kedepan Fed Rate Akan Naik
Tuesday, March 9th, 2010 14:29:46 |
Save as PDF
Kebanyakan para pelaku bisnis di AS memperkirakan The Fed akan menaikan tingkat suku bunga acuan dalam kurun waktu enam bulan kedepan sebesar 25-50 basis poin, menurut hasil survei yang dipublikasikan kemarin.
Kebanyakan para ahli ekonomi dalam survei tengah tahunan the National Association of Business Economists menilai bahwa langkah The Fed mempertahankan tingkat suku bunga serendah mungkin sangat pantas. Kebanyakan dari para responden yang disurvei percaya bahwa kebijakan The Fed sangat stimulaitive.
“Kebanyakan para responden percaya bahwa The Fed akan menaikan interest rates dalam beberapa bulan mendatang,” kata NABE President Lynn Reaser.
The Fed mengatakan bahwa cenderung tingginya tingkat pengangguran dan rendahnya pertumbuhan inflasi telah mendorong pihaknya mempertahankan untuk sementara waktu tingkat suku bunga bank sentral serendah mungkin. The Fed juga melaporkan bahwa ekonomi secara perlahan mulai berangsur pulih, dan para pengambil kebijakan percaya bahwa The Fed seharusnya mulai mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengetatkan likuiditas.
Berdasarkan hasil survei NABE terhadap beberapa ahli ekonomi terdapat kesamaan pandangan bahwa setelah The fed selesai membeli mortgage-backed securities, maka seharusnya The Fed bersiap-siap intuk menaikan interest rates, dimana ada sekitar 42 persen memperkirakan The Fed akan menaikan interest rates berkisar 25-50 basis poin.
The Fed saat ini tengah mempersiapkan pembelian fase terakhir mortgage-backed securities pada akhir bulan ini menjadikan total keseluruhan pembelian asset ini menjadi $1,25 triliun. Program ini ditujukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi bersamaan dengan diturunkannya tingkat suku bunga sehingga hampir mendekati nol.
Ada sekitar 44 persen responden menilai pengawasan yang kurang memadai telah menyebabkan terjadinya krisis finansial sehingga menyebabkan ekonomi masuk ke jurang resesi.
Kebanyakan para ekonom menilai memangkas kewenangan The Fed seperti yang telah diusulkan oleh anggota Senat akan menyebabkan kurang efektifnya The Fed dalam menentukan kebijakan moneter.
Menurut hasil survei tersebut juga menyebutkan mengeluarkan kebijakan stimulus baru saat ini tidak diperlukan.
Presiden Obama telah mengesahkan UU mengenai paket stimulus pada Februari 2009 dan dan anggota partai Demokrat di Kongres juga telah merencanakan sebuah RUU yang terutama ditujukan untuk mencegah pemutusan hubungan kerja yang terjadi pada perusahaan kecil menengah.(CNBC)
HALAMAN AWAL
TENTANG KAMI
PRODUK
FAQ
KONTAK




