Pejabat Fed Berbeda Pendapat Tentang Kebijakan Suku Bunga
Wednesday, March 3rd, 2010 17:45:46 |
Save as PDF
Pejabat teras Federal Reserve pada hari Selasa memberikan pesan yang berbeda-beda mengenai arah kebijakan moneter, satu pihak menekankan bahayanya mempertahankan tingkat suku bunga rendah terlalu lama dan pihakn lain mengatakan ekonomi AS masih terlalu lemah untuk menaikkan suku bunga.
Thomas Hoenig, Presiden Fed Kansas City, berujar kepada CNBC bahwa komitmen bank sentral untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang panjang dapat “mengundang spekulasi” di pasar keuangan.
“Ketika suku bunga berada pada nol persen yang berlangsung tanpa batas waktu, Anda akan mengundang masalah di masa depan,” kata Hoening. “kita tahu bahwa angka nol tidak berkelanjutan…pasar sudah tahu itu.” Hoenig menyatakan ia ingin agar suku bunga dapat segera dinaikkan.
Namun, Richard Fisher, Presiden Fed Dallas, mengatakan meskipun likuiditas mulai membaik secara perlahan-lahan, waktunya belum tepat bagi bank sentral untuk mengetatkan kebijakan moneter.
“Saya tidak berpikir saat ini waktu yang tepat,” Fisher mengatakan kepada PBS dalam sebuah wawancara. “Kita memiliki pemulihan yang rentan.”
The Fed tidak hanya memangkas suku bunga mendekati nol persen untuk mengatasi krisis finansial terburuk dalam satu generasi, namun juga melakukan sejumlah langkah yang tidak lazim seperti pembelian utang langsung.
Posisi kredit ke sistem perbankan naik dua kali lipat sejak dimulainya krisis menjadi lebih dari US$2,3 trilyun.
Presiden Fed Minneapolis Narayana Kocherlakota mengatakan suntikan likuiditas besar-besaran oleh bank sentral kedalam sistem keuangan menjadikan waktu penarikan dana stimulus menjadi lebih penting.
“Di mana kita sekarang adalah bentuk yang agak ekstrem di mana kit berada di akhir setiap resesi — mencoba mencari tahu kapan tepatnya untuk mendapatkan waktu yang benar, untuk mengakhiri periode akomodasi,” katanya kepada sekelompok eksekutif bisnis. (Reuters)
HALAMAN AWAL
TENTANG KAMI
PRODUK
FAQ
KONTAK




