Penjualan McDonald’s Melebihi Estimasi Analis
Tuesday, March 9th, 2010 10:18:08 |
Save as PDF
McDonald’s Corp, perusahaan restoran makanan siap saji terbesar didunia, mengatakan bahwa penjualan global meningkat 4,8 persen dibulan Februari, melebihi estimasi sejumlah analis, didorong oleh peningkatan permintaan di Asia.
Penjualan McDonald’s di Asia, Timur Tengah dan Afrika mengalami peningkatan sebesar 10,5 persen dalam 13 bulan terakhir, merupakan kenaikkan terbesar sejak November 2008, didorong oleh perayaan Tahun Baru Cina, menurut pernyataan dari pihak Oak Brook, perusahaan yang berbasis di Illinois. Penjualan di Amerika Serikat naik 0,6 persen dan di Eropa naik 5,4 persen.
Badai salju di AS bulan lalu telah mempengaruhi penjualan, dimana penjualan menurun sekitar 2 persen poin, kata juru bicara McDonald’s, Heidi Barker, dalam sebuah e-mail Senin lalu. Hal tersebut mengimbangi kontribusi perusahaan dalam Olimpiade iklan bertema Chicken McNuggets, minuman McCafe dan menu sarapan seharga US$1, yang diperkenalkan dibulan Januari lalu.
“Kami memperkirakan cuaca buruk di AS menyeret turun penjualan minimal satu hingga dua persen,” kata Steve West, analis di Stifel Nikolaus di St Louis.
McDonald’s naik US$1,45, atau 2,3 persen, menjadi US$65,12 pada pukul 4:15 dibursa New York. Saham perusahaan telah mengalami peningkatan sebesar 4,3 persen ditahun ini.
Wendy’s / Arby’s Group mengatakan pada 4 Maret lalu bahwa badai salju dibagian tengah dan timur AS telah menghambat penjualan dibulan Februari. Badai salju juga telah mengurangi penjualan McDonald’s di AS dibulan Januari, kata Chief Executive Officer Jim Skinner, pada 22 Januari dalam sebuah konferensi.
Penjualan global McDonald’s diprediksikan naik 4 persen, rata-rata estimasi dari sejumlah analis dari Jefferies & Co, Robert W. Baird & Co, Janney Montgomery Scott dan Telsey Advisory Group. Mereka memprediksikan laba naik sebesar 6,5 persen di Eropa dan Asia termasuk Timur Tengah dan Afrika. Sementara itu, penjualan di AS diperkirakan akan naik 1 persen.
Bersamaan dengan Tahun Baru Cina, penjualan menu makan siang yang diperkenalkan pada Desember lalu meningkat di Asia, menurut catatan dari Jeff Farmer, analis di Jefferies & Co di Boston, pada Senin lalu. Peningkatan penjualan hamburger di Eropa didorong oleh peningkatan permintaan untuk menu pokok dan produk musiman di Perancis dan Inggris. (Bloomberg)
HALAMAN AWAL
TENTANG KAMI
PRODUK
FAQ
KONTAK




