Proyek LNG Exxon Butuh Dana Sebesar US$14 Milyar
Tuesday, February 16th, 2010 15:15:38 |
Save as PDF
Exxon Mobil Corp, yang memimpin proyek liquefied natural gas (LNG) di Papua New Guinea, mengatakan bahwa proyek tersebut membutuhkan dana sebesar US$14 milyar, dan pembangunan konstruksi rencananya akan dimulai tahun ini, kata Oil Search Ltd, mitra join ventura Exxon.
Sejumlah dana pinjaman dari perbankan dan lembaga kredit ekspor akan lebih dari cukup untuk mengantisipasi proyek ini, berdasarkan pernyataan pihak Oil Search yang berbasis Port Moresby. Sementara itu, Oil Search memperkirakan bahwa proyek tersebut akan memerlukan biaya sebesar US$15 milyar.
Pembangunan di Papua New Guinea merupakan satu diantara sekian banyak perencanaan proyek di Australia dan Pasifik Selatan sebagai upaya untuk memenuhi permintaan alternatif bahan bakar rendah polusi, batu bara dan minyak di Asia. Exxon dan sejumlah mitranya pada 8 Desember memutuskan untuk melanjutkan proyek tersebut, dimana Oil Search telah memperkirakan bahwa perekonomian Papua New Guinea akan tumbuh dua kali lipat.
Exxon, perusahaan minyak terbesar di Amerika, akan menguasai sekitar 33 persen kepemilikan saham proyek LNG tersebut, Oil Search 29 persen, Santos yang berbasis di Adelaide 13,5 persen dan Nippon Oil Corp yang berbasis di Tokyo 4,7 persen, menurut pernyataan pihak Exxon pada 8 Desember lalu. Pemerintah Papua New Guinea sendiri akan menguasai 16,6 persen, sedangkan pemilik tanah 2,8 persen.(Bloomberg)
HALAMAN AWAL
TENTANG KAMI
PRODUK
FAQ
KONTAK




