Terpengaruh Data China, Yen & Dolar Menguat
Thursday, March 11th, 2010 14:35:10 |
Save as PDF
Nilai tukar yen dan dolar menguat terhadap mata uang mitra dagangnya setelah laporan pada inflasi, industri dan pinjaman China menimbulkan keprihatinan pemerintah akan bertindak untuk menghalau pertumbuhan yang terlalu tinggi. Kondisi ini mendorong permintaan terhadap mata uang berimbal hasil lebih renah.
Mata uang Jepang menguat dari dua pekan terendah terhadap euro setelah inflasi China menyentuh 16 bulan tertinggi dan spekulasi korporasi Jepang akan melakukan repatriasi atas keuntungan yang mereka peroleh dari luar negeri sebelum berakhirnya tahun fiskal di bulan ini. Dolar Selandia Baru kembali melemah terhadap dolar AS setelah bank sentral negara itu memberi isyarat yang lebih lambat untuk penarikan kebijakan darurat. Won Korea Selatan tertekan setelah sebuah media melaporkan perusahaan listrik terbesar di negara itu memborong dolar dalam jumlah besar.
“Data inflasi yang kuat harus meningkatkan tekanan pengetatan di China,” kata Minoru Shiori, manajer perdagangan valas di Mitsubishi UFJ Securities Co di Tokyo. “Dampaknya adalah yen akan menguat.”
Yen merambat naik menuju 123,30 per euro pada pukul 6:05 a.m. di London dari 123,62 di New York kemarin. Terhadap dolar AS, yen menguat menjadi 90,37 dari 90,52. Dolar terapresiasi menjadi US$1,3643 per euro dari US$1,3657, dan terhadap poundsterling dolar bertengger pada US$1,4974 dari US$1,4978.
Dolar Selandia Baru melemah 0,5% menjadi 69,89 sen AS dan tertekan 0,6% menjadi 63,16 yen.
Yen dan dolar reli setelah biro statistik China mengatakan CPI naik 2,7% di bulan Februari dari tahun sebelumnya, setelah meningkat 1,5% dari bulan sebelumnya.Industrial output menguat 20,7% pada dua bulan pertama tahun ini. Sementara itu, hingga Februari 2009, perbankan China telah meyalurkan 700 miliar yuan (US$102,5 miliar) berupa pinjaman baru, data bank sentral memperlihatkan.
Perdana Menteri Wen Jiabao bertekad untuk menahan lajun inflasi sekitar 3% setelah perbankan membanjiri sistem keuangan dengan likuiditas berlebih guna melawan resesi global. Ekonomi China tumbuh 10,7% di kuartal lalu dan Gubernur Bank Sentral China Zhou Xiaochuan mengatakan pada 6 Maret bahwa kebijakan anti krisis, termasuk mematok yuan terhadap dolar, harus diakhiri “cepat atau lambat.”
Yen menguat terhadap 16 mata uang terakhif dunia atas spekulasi korporasi Jepang akan melakukan repatriasi atas pendapatan mereka di luar negeri.
“Eksportir Jepang mungkin akan melakukan repatriasi, mengingat tahun fiskal Maret mendekati akhir,” kata Masanobu Ishikawa, General Manager Tpkyo Forex & Ueda Harlow Ltd, broker valas terbesar Jepang. “Terdapat rumor mereka melakukan penjualan euro-yen.” (Bloomberg)
HALAMAN AWAL
TENTANG KAMI
PRODUK
FAQ
KONTAK




