Cina Merencanakan Akan Pangkas Belanja Infrastruktur, Tapi Akan Memacu Konsumsi
Friday, March 5th, 2010 10:17:50 |
Save as PDF
Pemerintah Cina berjanji akan memangkas belanja pembangunan jalan, jalan kereta api dan bandara namun akan mendorong peningkatan pengeluaran di sektor kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Ini merupakan bagian dari pidatao Wen Jiabao yang menginginkan adanya peningkatan konsumsi domestik dalam kebijakan ekonominya dimasa yang datang.
“Ekonomi domestik saat ini tengah menghadapi masalah yang sulit,” kata Wen dalam pidatonya didepan Kongres Rakyat Cina. Dia juga menyebutkan naiknya harga properti akhir-akhir ini sebagai dampak dari besarnya paket stimulus yang diberikan oleh pemerintah sehingga menyebabkan expansi kredit secara besar-besaran. hal ini telah dirancang untuk menahan dampak yang ditimbulkan oleh gejolak resesi global.
Dalam pidato itu juga Wen merencanakan akan meningkatkan belanja kesehatan dan kesejahteraan sosial lebih dari 8 persen termasuk juga didalamnya tunjangan pensiun, rencana ini merupakan bagian untuk meningkatkan konsumsi domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap export yang telah mengalami penurunan pada tahun lalu. Pada saat yang sama Wen mengisyaratkan tidak akan ada lagi kenaikan pemberian stimulus dan pemerintah telah mentargetkan defisit yang cukup besar dalam anggaran belanjanya di 2010.
“Wen kelihatannya menginginkan ekonomi tetap bertumbuh secara baik, menciptakan lapangan kerja sebanyak mungkin dan tetap menjaga kestabilan sosial,” kata Shen Minggao chief economy Citigroup yang berbasis di Hong Kong.
Setelah terjadi defisit anggaran di 2009 sebesar 950 miliar yuan, Wen merencanakan adanya kenaikan defisit anggaran menjadi 1,05 triliun yuan terutama yang akan digunanakan untuk memberikan paket stimulus sebesar 4 triliun yuan. Belanja pada sektor transportasi akan mengalami penurunan sebesar 2,7 persen, kata pemerintah.
Ekonomi Cina pada Q4 yang lalu tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 10,7 persen terutama yang dipicu oleh tingginya pertumbuhan kredit.
“Pada pertemuan Kongres rakyar Cina pada tahun lalu kebijakan pemerintah ditujukan pada peningkatan pertumbuhan,” kara Tim Gordon ahli ekonomi dari ING Group NV. “Namun kebijakan sekarang lebih ditik beratkan pada pengendalian dampak yang ditimbulkan dari kebijakan yang diambil pada tahun lalu.”
Pemerintah harus mengendalikan tingginya suplai uang dipasaran sejak over heating dan sekarang berpotensi memasuki fase hard lending, kata Condon.
Pasar properti kemungkinan akan melemah karena pemerintah kelihatannya ingin agar harga properti segera turun, kata Zong Qinghou chairman dari Hangzhou Aahaha Group Co pada 3 Maret yang lalu.
Cina saat ini tengah berjuang untuk memperbaiki ketidakseimbangan ekonomi apalagi para pemimpin yang berkuasa ini akan berakhir masa jabatannya dan mereka dapat saja mengambil kebijakan untuk merubah pajak properti dimana saat ini pemerintah lokal sangat bergantung pada pajak enjualan tanah dan pajak output produksi.
Wen juga telah mengatakan bahwa model pertumbuhan yang dianut sekarang ini tidak seimbang dan tidak berkesinambungan.
Tahun lalu dalam laporannya , Wen mengatakan bahwa kita tengah menghadapi situasi yang tidak menentu dengan begitu besar tantangan, untuk itu dia telah merencanakan untuk perlunya menaikan anggaran belanja untuk mengimbangi menurunnya pertumbuhan ekonomi. Sementara itu tahun ini bank sentral telah menaikan reserve requirement untuk menurunkan suhu ekonomi.
Pemerintah tetap mempertahan tingkat suku bunga pada levelnya, dan tetap mempertahankan nilai tukar yuan terhadap dollar berada pada kisaran 6,83 sejak Juli 2008 guna membantu para exportir.
Shanghai Composite Index telah turun sebesar 13 persen dari level tertinggi, hal ini dipicu oleh langkah kebijakan dibidang moneter berpotensi memperlemah pertumbuhan ekonomi dan juga laba usaha. (Bloomberg)
HALAMAN AWAL
TENTANG KAMI
PRODUK
FAQ
KONTAK




