Inflasi Cina, Industrial Production Mengalami Akselerasi (Update 1)
Thursday, March 11th, 2010 12:09:27 |
Save as PDF
Inflasi di Cina berhasil mencapai level tertinggi dalam 16 bulan terakhir, industrial output dan new loans juga naik melebihi perkiraan, hal ini akan mendorong pemerintah untuk meninjau ulang mengenai kebijakan pemberian paket stimulus.
Cosumer prices mengalami kenaikan sebesar 2,7 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menurut laporan National Bureau of Statisticspada hari ini, bandingkan dengan estimasi yang dikeluarkan oleh Bloomberg sebesar 2,5 persen. Liburan yang sangat panjang telah memicu naiknya harga-harga. Produksi mengalami kenaikan sebesar 20,7 persen dalam dua bulan pertama ditahun ini setelah pada Desember juga mencatat kenaikan sebesar 18,5 persen.
Kemarin Perdana Menteri Wen Jiabao merencanakan untuk mempertahan pertumbuhan inflasi untuk tahun ini dilevel 3 persen setelah perbankan membanjiri sistim finansial dengan uang yang sangat banyak untuk memperbaiki ekonomi yang terpuruk akibat krisis finansial global. pada Q4 yang lalu GDP Cina bertumbuh sebesar 10,7 persen. Gubernur bak sentral Cina juga mengatakan pada 6 Maret yang lalu bahwa perlunya mengambil langkah-langkah untuk keluar dari kebijakan yang saat ini tengah dianut “sooner or later”.
“Tingginya pertumbuhan ekonomi hingga mencapai lebih dari 10 persen dan tingginya pertumbuhan kredit, sangat mungkin mendorong ekonomi saat ini berada pada fase overheatng,” kata Qu Hongbin chief China economist di HSBC Holdings Plc Hong Kong. “Pemerintah harus mengambil kebijakan yang sangat proaktif, dengan kenaikan inflasi yang hampir mencapai 3 persen maka kemungkinan keluarnya kebijakan menaikan interest rates dapat saja terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Besarnya dana yang dikucurkan oleh sektor perbankan untuk new loans di Februari mencapai 700 miliar setara dengan $103 miliar, menurut data bank sentral. Bandingkan dengan kucuran dana bulan sebelumnya sebesar 1,39 triliun yuan dan tahun lalu sebesar 1,07 triliun yuan. Perkiraan pasar sebesar 600 miliar.
Bursa saham mengalami kenaikan setelah dirilisnya data ini, Shanghai Composite Index pada pukul 10:16 pagi mengalami kenaikan sebesar 0,4 persen dan MSCI Asia Pacific index naik sebesar 0,5 persen.
M2 data yang dipakai untuk mengukur suplai uang ke pasaran naik 25,5 persen bandingkan dengan kenaikan sebesar 26 persen sebelumnya. Sementara itu pemerintah telah mentargetkan pertumbuhan M2 hanya sebesar 12 persen tahun ini.
Retail sales naik 17,9 persen dalam dua bulan pertama ditahun ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, urban fixed asset investment naik 26,6 persen. Retail sales di Februari naik 22,1 persen.
Para ahli ekonomi biasanya selalu melihat data Januari dan Februari secara bersamaan untuk menghilangkan distorsi yang disebabkan oleh libur panjang Lunar New Year. Data di 2010 yang kenaikannya sangat tinggi karena diperbandingkan dengan tahun lalu dimana saat itu ekonomi Cina sedang terpuruk akibat krisis finansial global.
“Kebijakan tegas yang lebih nyata lagi sangat diperlukan untuk mencegah ekonomi dari overheating,” kata Song Yu dan Helen Qiao ekonom Goldman Sachs Inc Hong Kong.
Data perdagangan yang dirilis kemarin menunjukan bahwa eksport Cina bertumbuh sangat cepat melebihi perkiraan analis, sementara itu harga-harga properti juga mengalami kenaikan cukup tinggi dalam dua tahun terakhir ini.
Harga-harga komoditi telah mengalami kenaikan, ekspansi kredit yang dilakukan tahun lalu juga telah memberikan tekanan terhadap inflasi pada tahun ini, menurut laporan lembaga perencana ekonomi Cina kepada para pembuat kebijakan minggu yang lalu. Baoshan Iron & Steel Co dan pirits manufacturer Kweichow Moutai Co merupakan dua contoh perusahaan yang menaikan harga jual produksinya tahun ini.
Bank sentral Cina belum pernah menaikan benchmark interest rates sejak Desember 2007 sebelum krisis finansial menjadi tambah buruk. One year lending rate berada pada level 5,31 persen dan deposit rate berada pada level 2,25 persen. Cina juga cecara aktif telah membakukan nilai tukar yuan terhadap dollar diharga 6,83 per dollar sejak Juli 2008 guna menggerakan eksport.
Bank sentral telah dua kali menaikan reserve requirements pada tahun ini. Deputi Gubernur Su Ning mengatakan pada minggu lalu bahwa langkah ini diambil untuk memperbaiki kebijakan yang sudah ada yaitu kebijakan “excessively loose” menjadi “moderately loose”.
Pemerintah telah mentargetkan pemberian pinjaman kredit tahun ini sebesar 7,5 triliun yuan turun 22 persen dari tahun lalu, dan juga telah berjanji untuk membasmi spekulasi disektor properti. Pemerintah juga telah memperketat pemberian kredit untuk pembelian rumah kedua. (Bloomberg)
HALAMAN AWAL
TENTANG KAMI
PRODUK
FAQ
KONTAK




