Capex Jepang Akan Merivisi Naik GDP
Thursday, March 4th, 2010 14:42:05 |
Save as PDF
Spending perusahaan Jepang pada pabrik dan peralatan mengalami penurunan dikuartal empat tahun 2009 dibandingkan tahun sebelumnya dengan laju penurunan yang lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya, mengindikasikan perekonomian mengalami pemulihan dari resesi terdalam sejak dekade terakhir.
Laba juga kembali mengalami peningkatan untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun terakhir, menunjukkan data GDP untuk periode kuartal yang sama, yang akan dirilis pada 11 Maret, akan direvisi naik. Prediksi awal menunjukkan perekonomian mengalami pertumbuhan 1,1 persen karena meningkatnya belanja modal untuk pertama kalinya dalam tujuh kuartal terakhir disebabkan pemulihan pada permintaan ekspor.
Data tersebut dapat memberikan sedikit kenyamanan kepada pemerintah, yang menghadapi pudarnya dukungan publik karena skandal dana politik sebelum pemilihan majelis tinggi yang diperkirakan berlangsung dibulan Juli.
Pemerintah berusaha untuk menunjukkan kepada para pemilih bahwa pemerintah mengambil peran yang aktif dalam mendukung perekonomian, tetapi besarnya beban hutang nasional akan membatasi ruang lingkup kebijakan fiskal, sehingga kabinet kementerian bersandar kepada Bank of Japan untuk membantu menghindari kemunduran yang kedua akibat deflasi.
“GDP kemungkinan akan direvisi naik sebesar 0,1 persen poin,” ujar Takuji Okubo, kepala ekonom dari Societe Generale Securities di Tokyo.
“Data menunjukkan sektor korporasi Jepang mendapatkan keuntungan seiring pemulihan ekonomi global. BOJ akan merasa nyaman dari hasil ini, tetapi ada peningkatan rasa frustrasi dipihak pemerintah.”
Capital spending yang dilakukan perusahaan untuk semua kategori pada periode Oktober-Desember mengalami penurunan 17,3 persen dari tahun sebelumnya, lebih lambat dari penurunan tahunan 24,8 persen pada periode Juli-September.
Laba dikuartal keempat melonjak 102,2 persen dari tahun sebelumnya, kenaikan pertama sejak kuartal kedua tahun 2007.
Penurunan pada penjualan perusahaan juga mengalami perlambatan menjadi turun 3,1 persen dikuartal keempat dari turun 15,7 persen dikuartal ketiga.
Data capital spending akan digunakan untuk menghitung revisi
nilai GDP dikuartal keempat yang akan dirilis pada pukul 8:50 am pada 11 Maret.
Data awal GDP untuk kuartal keempat menunjukkan capital spending mengalami pertumbuhan 1,0 persen, merupakan kenaikan pertama sejak periode Januari-Maret 2008, disebabkan pemulihan permintaan ekspor global yang tealh merangsang spending korporasi dan permintaan domestik.
Para ahli ekonom yang disurvei sebelum dirilisnya data capital spending memperkirakan pertumbuhan GDP akan melambat menjadi 0,2 persen pada kuartal pertama tahun ini karena subsidi dalam negeri untuk barang-barang hemat energi mulai ditarik dan pemerintah menurunkan spending untuk proyek pekerjaan umum seperti jembatan dan bendungan.
Para ahli ekonom mengatakan akan sulit bagi ekonomi Jepang untuk
tumbuh pesat dalam beberapa kuartal kedepan karena kesenjangan antara penawaran dan permintaan masih tetap besar, menempatkan tekanan pada harga untuk terus turun. Kesenjangan output tercatat negatif 6,1 persen pada kuartal keempat, menyempitan dari periode Juli-September, namun masih menunjukkan bahwa pasokan melebihi permintaan.
Kementerian telah menekan BOJ untuk mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri deflasi ditahun ini, termasuk menyinggung agar BOJ menetapkan target inflasi dan secara langsung menanggung utang pemerintah. (Thomson ONE)
HALAMAN AWAL
TENTANG KAMI
PRODUK
FAQ
KONTAK




