Target Inflasi Menteri Keuangan Tidak Terlalu Berarti Bagi BOJ
Monday, February 22nd, 2010 10:48:51 |
Save as PDF
Menteri Keuangan Jepang Naoto Kan menegaskan keingginannya untuk menargetkan inflasi, hal tersebut akan memicu perselisihan dengan Bank of Japan mengenai bagaimana cara terbaik untuk menarik negara keluar dari deflasi.
Kan, berbicara dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Yomiuri yang dipublikasikan pada hari Senin, mengatakan kenaikan satu persen pada harga mencerminkan bawah pandangan pemerintah dan bank sentral pada dasarnya adalah sama, mengulangi pernyataan yang dibuat dalam rapat parlemen dibulan ini.
Tetapi gubernur BOJ Masaaki Shirakawa, menolak ide tersebut setelah rapat kebijakan moneter dipekan lalu, yang mengatakan target inflasi tidak berarti banyak dan pememintah perlu menghormati kebebasan bank sentral.
BOJ telah menarik langkah-langkah yang diluncurkan dalam upaya menghadapi krisis keuangan global. Tetapi, mengingat bahwa pertumbuhan ekonomi sepertinya masih akan melambat untuk sementara waktu, bank sentral akan berada dibawah tekanan pemerintah kedepannya untuk melakukan tindakan yang lebih dalam menghadapi deflasi.
“Pemeintah dan BOJ pada dasarnya memiliki pandangan yang sama”, berdasarkan laporan Yomiuri mengutip ucapan Kan.
“Ada banyak cara untuk mencapai tujuan tersebut”.
Permintaan Kan terhadap inflasi 1 persen sejalan dengan BOJ yang mengartikan sebagai stabilitas harga.
Tetapi pernyataan yang disebutkan Kan terhadap tujuan tersebut telah menaikkan tekanan bagi bank sentral, yang telah merespon kritikan pemerintah dengan melakukan pertemuan darurat dibulan Desember, yang mengumumkan bahwa ia akan menyuntikkan lebih banyak dana tunai kedalam sistem perbankan.
BOJ mempertahankan suku bunga pada level 0,1 persen dan menangguhkan kebijakan inisiatif baru dipekan lalu. Dengan suku bunga pada 0,1 persen, BOJ hanya memiliki sedikit pilihan kebijakan konvensional yang tersisa.
BOJ mempertahankan komitmennya untuk mempertahankan pelonggaran kondisi moneter. Shirakawa juga telah mengatakan penyebab utama deflasi adalah kurangnya permintaan dan bank sentral tidak dapat menghentikan deflasi dengan upayanya sendiri.
Kemampuan pemerintah untuk memompa perekonomian telah terbatas disebabkan besarnya hutang Jepang. (Thomson ONE)
HALAMAN AWAL
TENTANG KAMI
PRODUK
FAQ
KONTAK




