Briefing 23 Februari 2010
Tuesday, February 23rd, 2010 16:34:03
Bursa Jepang
Bursa Jepang hari Selasa ditutup melemah karena aksi profit-taking saham-saham sumber daya dan otomotif menyusul kenaikan yang tajam sehari sebelumnya. Pasar juga kekurangan momentum karena volume perdagangan yang relatif rendah.
Indeks Nikkei 225 ditutup turun 48,37 poin, atau 0,5%, di 10.352,10. Indeks Topix turun 0,3% ke 907,37. Volume perdagangan hanya mencapai 1,7 miliar saham, sementara nilai perdagangan juga rendah di sekitaran ¥1,16 triliun.
”Volume perdagangan yang kecil adalah aspek utama dalam beberapa sesi terakhir,” kata Seiichi Suzuku, analis Tokai Tokyo Securities. ”Banyak pelaku pasar masih enggan berpartisipasi dalam perdagangan aktif karena kekhawatiran penguatan yen dan hutang Eropa.”
Diantara saham sumber daya yang mengalami penurunan, Inpex turun 3,1% menjadi ¥663.000, sedangkan Marubeni turun 1,1% menjadi ¥530.
Saham-saham otomotif juga hari ini ditutup melemah, dimana Honda Motor turun 2,2% menjadi ¥3.110. Saham Toyota Motor turun 0,4% di ¥3.325 seiring dengan rencana presiden Akio Toyoda untuk menghadiri kongres AS yang membahas isu keamanan kendaraan.
Investor sekarang sedang menunggu data perumahan AS dan kesaksian Ketua Federal Reserve Ben Bernanke pada hari Rabu, kata Tsuyoshi Kawata, strategis senior dari Nikko Cordial.
Sementara itu, saham perusahaan jasa pengiriman barang Kawasaki Kisen Kaisha naik 3,5% menjadi ¥356 setelah Morgan Stanley menaikkan rating saham menjadi Overweight dari Equalweight. Saham IHI juga ditutup naik 3,3% di ¥517 setelah perusahaan berencana untuk membayar deviden sebesar ¥2 tahun ini, yang merupakan dividen pertama dalam dua tahun.
Saham Sega Sammy Holdings naik 1,9% menjadi ¥1.198 setelah Credit Suisse menaikkan rating saham dari Underperform menjadi Neutral dan menaikkan target harga menjadi ¥1.160 dari ¥900 karena prediksi akan meningkatnya earning perusahaan pada tahun kerja berikutnya.
Sebanyak 859 saham hari ini ditutup turun dan 653 saham yang ditutup naik.
Bursa Hong Kong
Bursa Hong Kong hari ini ditutup menguat, dipimpin oleh kenaikan saham-saham properti setelah lelang tanah kemarin memberikan sentimen positif untuk sektor properti ke depannya. Indeks Hang Seng ditutup naik 245,73 poin, atau 1,21%, di 20.623,00, yang merupakan titik tertinggi sejak 3 Februari.
Saham Henderson Land Development naik 4,19% di HK$52,25. Sedangkan saham Sun Hung Kai Properties naik 3,43% di HK$105,60 setelah perusahaan memenangkan tender lahan pemerintah di Hong Kong kemarin.
Kenaikan saham properti juga didukung oleh berita dari surat kabar Al Ittihad yang melaporkan bahwa pemerintah Dubai telah mngalokasikan 18,3 miliar dirham ($5 miliar) kepada Dubai World secara komersial.
”Berita dari Dubai dapat mengangkat saham-saham properti di Hong Kong,” kata Ayako Sera, strategi pasar di Sumitomo Trust & Banking Co. “Pasar properti di Hong Kong sangat terkait erat dengan Dubai, sehingga mereka cenderung naik setiap ada berita baik.”
Saham-saham perbankan juga ditutup menguat, dipicu oleh kenaikan saham HSBC setelah investor memprediksi HSBC akan melaporkan earning yang cukup positif pada hari Senin nanti. Saham HSBC naik 2,0% menjadi HK$85,30. Menurut prediksi beberapa analis melalui survey Dow Jones, HSBC diperkirakan akan membukukan laba bersih tahun 2009 sebesar US$6,4 miliar, naik 12% dari US$5,73 miliar pada tahun 2008.
Di sisi lain, saham Ping An Insurance ditutup turun 1,97% di HK$59,70 setelah perusahaan melaporkan bahwa tiga pemegang saham terbesarnya akan menjual 859,8 juta saham A-shares Ping An senilai CNY39 miliar (US$5,7 miliar) terhitung mulai 1 Maret.
Setelah penutupan pasar, departemen statistik Hong Kong melaporkan bahwa CPI bulan Januari naik 1% dari tahun lalu. Akan tetapi, kenaikan ini masih dibawah kenaikan sebesar 1,3% pada bulan Desember.
Volume perdagangan hari ini naik menjadi HK$60,13 miliar dari HK$43,90 pada hari Senin.
HALAMAN AWAL
TENTANG KAMI
PRODUK
FAQ
KONTAK




