Rabu: Apakah saham akan bergerak sesuai dengan kondisi data ekonomi?
Wednesday, March 3rd, 2010 16:27:25
Pergerakan saham tidak akan terlalu memperhatikan data ekonomi yang ada saat ini, karena data ekonomi dinilai tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya untuk saat ini (adanya pengaruh badai salju) dan juga adanya keyakinan para pelaku pasar bahwa pemulihan ekonomi masih tersu berlanjut hingga saat ini.
Data ekonomi yang akan dirilis pada hari Rabu ini diantaranya adalah data ADP employment, yang merupakan data perkembangan tenaga kerja versi swasta, data tersebut akan dirilis pada pukul 8:15 pagi. Kemudian selanjutnya, data ISM non manufacturing juga akan dirilis pada pukul 10 pagi. Data ISM nonmanufacturing ini akan menjadi petunjuk penting bagi para pelaku pasar mengenai perkembangan terakhir terhadap tenaga kerja pada sektor jasa. Fed beige book akan dirilis pada pukul 2 pagi.

Para ekonom untuk saat ini tidak akan terlalu terkejut jika ternyata data-data ekonomi yang akan dirilis pada hari Rabu ini menunjukkan angka-angka dibawah perkiraan, karena mereka menilai data-data tersebut tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya, penurunan yang terjadi dinilai lebih disebabkan oleh adanya badai salju yang menyebabkan kegiatan ekonomi menjadi mengalami hambatan. Tetapi pada kenyataannya, jika dilihat berdasarkan data yang ada, JP Morgan Chase menilai pertumbuhan ekonomi sulit untuk mencapai harapan. JP Morgan Chase pada hari Selasa kemarin menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk kuartal pertama tahun ini dari 3 persen menjadi 2,5 persen.
Michael Feroli, seorang ekonom pada JP Morgan berpendapat bahwa untuk saat ini sangat sulit untuk menilai apakah pasar akan mengalami penurunan atau sebaliknya, mengalami kenaikan. Untuk bulan Januari dan Februari tahun ini penurunan sebenarnya lebih disebabkan oleh adanya badai salju, sehingga kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi akan mengalami hambatan. Tetapi untuk kuartal kedua tahun ini, JP Morgan tidak menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonominya.
Data-data ekonomi yang mengecewakan, ditambah adanya sentimen dari usaha penyelesain permasalahan kredit yang dialami oleh Yunani, membuat pendapat para pelaku pasar terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama meyakini bahwa pemulihan ekonomi masih akan terus berlanjut, dan penurunan yang terjadi sifatnya hanyalah sementara. Sedangkan kelompok yang lainnya berpendapat untuk sementara waktu mereka tidak akan terlalu agresif dalam mengambil posisi buy, karena kelompok yang kedua ini masih merasa bahwa pemulihan ekonomi akan ditandai oleh adanya perbaikan pada data-data ekonomi kunci seperti laporan dari sektor perumahan, tingkat keyakinan konsumen dan data tenaga kerja, karena mereka menilai perbaikan pada data-data tersebut memiliki pengaruh yang sanagt besar bagi pasar modal.
HALAMAN AWAL
TENTANG KAMI
PRODUK
FAQ
KONTAK




