Tinjauan Kedepan: Data Ekonomi Yang Buruk Banyak Dipengaruhi Oleh Badai Salju
Friday, February 26th, 2010 21:32:33
Data-data ekonomi yang buruk, tidak menunjukkan bahwa kondisi ekonomi kembali mengalami kejatuhan, dan kembali berada pada fase resesi. Data-data ekonomi yang buruk lebih disebabkan oleh badai salju yang terjadi bebrapa waktu yang lalu, khususnya pada bulan Januari, sehingga kegiatan ekonomi menjadi sedikit terhambat.
Saham-saham pada hari Kamis kemarin mengalami penurunan bukan hanya disebabkan oleh kekhawatiran mengenai masalah kredit di yunani, dan masalah kredit di negara-negara eropa lainnya, tetapi juga lebih disebabkan oleh data jobless claims yang mengalami peningkatan lebih buruk dari yang diperkirakan dan juga terjadinya penurunan pada data durable goods.
Secara mengejutkan data jobless claims mengalami kenaikan sebesar 22.000 menjadi 496.000, angka tersebut lebih besar dari perkiraan analis yang besarnya adalah 455.000. Secara keseluruhan data durable goods sebenarnya mengalami kenaikan sebesar 3 persen, tetapi diluar penjualan alat-alat transportasi, jumlah order mengalami penurunan sebesar 0,6 persen.
Pada beberapa hari sebelumnya data-data ekonomi lainnya seperti consumer confidence, new home sales juga menunjukkan angka yang tidak bagus. Akibatnya, para pelaku pasar mulai mengkhawatirkan mengenai kekuatan trend pemulihan ekonomi, dan mualai timbul kekhawatiran bahwa resesi ekonomi akan terulang kembali.
Diluar hal itu semua, para ekonom berpendapat bahwa terjadinya penurunan terhadap kualitas data-data ekonomi lebih disebabkan oleh terjadinya badai salju, sehingga menyebabkan kegiatan ekonomi menjadi terhambat.
Para ekonom juga menambahkan bahwa data-data ekonomi untuk bulan Februari masih akan mengalami penurunan, dan kondisi ekonomi baru akan pulih kembali (setelah badai berlalu) pada priode Maret dan April. Sehingga dengan demikian, belum saatnya kita menilai kondisi ekonomi akan kembali mengalami fase resesi.
Untuk hari Jum’at ini akan ada beberapa data ekonomi penting yang akan dirilis, diantaranya adalah data existing home sales yang akan dirilis pada pukul 10 pagi waktu AS, data consumer sentiment yang akan dirilis pada pukul 9:55 dan data Chicago purchasing managers yang akan dirilis pada pukul 9:45 pagi waktu AS. Data revisi GDP juga akan dirilis pada pukul 8:30 pagi waktu AS.
Presiden Fed New York, William Dudley, presiden Fed Chicago, Charles Evans, gubernur Fed, Daniel Tarullo, dan presiden Fed Minneapolis, Naryana Kocherlakota pada hari Jum’at ini juga dijadwalkan akan hadir dalam konfersi dalam menentukan kebijakan moneter di New York.
Di Washington, komisis Financial Crisis juga di jadwalkan akan melakukan pertemuan guna membicarakan mengenai prospek mengenai pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan untuk dua hari kedepan, yang dimulai dari hari Jum’at hingga Sabtu.
HALAMAN AWAL
TENTANG KAMI
PRODUK
FAQ
KONTAK




